Ketahui macam makanan awetan dari bahan nabati dan cara pengawetan

//Ketahui macam makanan awetan dari bahan nabati dan cara pengawetan

Ketahui macam makanan awetan dari bahan nabati dan cara pengawetan

Makanan awetan merupakan pengolahan bahan makanan yang menghasilkan makanan yang memiliki daya simpan yang lama. Dan makanan awetan dari bahan nabati adalah olahan dari bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan.

Pengawetan makanan bertujuan untuk meningkatkan daya tahan baik keadaan fisik maupun unsur kimia didalamnya sehingga bertahan lebih lama. Dalam pengawetan makanan harus memperhatikan bahan yang diawetkan, keadaan bahan, cara pengawetan bahan, dan daya tarik bahan makanan.

Upaya untuk mengawetkan makanan dilakukan dengan berbagai cara baik diolah menjari makanan baru, menggunakan teknik penyimpanan, proses fisik maupun kimia. Pertama kita akan membahas 2 teknik utama dalam pengawetan berikut.

Proses makanan awetan dari bahan nabati berdasarkan garis besar cara pengawetan

1. Pengawetan Secara Fisik

Pembuatan makanan awetan secara fisik memiliki berbagai jenis berikut pembahasannya

a. Pengeringan

makanan awetan dari bahan nabati

Teknik pengeringan merupakan proses untuk mengeluarkan atau menguapkan sebagian besar air yang di kandung melalui penggunaan energi panas. Kandungan air didalam bahan dikurangi sampai batas dimana mikroorganisme tidak dapat tumbuh lagi di dalamya.

Dalam proses pengeringan bahan akan menjadi lebih awet dan volume bahan menjadi lebih kecil. Akan tetapi tidak efektif untuk bahan yang mengandung gugus fungsional seperti vitamin dan protein.

b. Pengawetan Suhu Rendah

makanan awetan dari bahan nabati

Cara pengawetan ini dapat dibagi menjadi dua cara yaitu pemdinginan dan pembekuan. Teknik pendinginan adalah penyimpanan bahan pangan di atas suhu pembekuan. Sedangkan pengawetan dengan pembekuan adalah penyimpanan bahan pangan dalam keadaan beku.

Dengan pendinginan dapat mengawetkan bahan makanan selama beberapa hari atau minggu tergantung pada macam bahan panganya. Sedangkan pembekuan dapat mengawetkan bahan makanan sekitar beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun.

Cara Pendinginan atau Pembekuan masing-masing memiliki pengaruh berbeda terhadap rasa, tekstur, nilai gizi, dan sifat-sifat lainya. Beberapa bahan makanan akan rusak pada suhu yang terlalu rendah.

c. Pengemasan

makanan awetan dari bahan nabati

Cara Pengemasan merupakan proses pengolahan makanan yang berfungsi untuk pengawetan makanan, mencegah kerusakan mekanis, perubahan kadar air. Perkembangan dalam pengemasan sangat pesat baik pengemas palstik, kayu, karton, gelas dan metal.

Berbagai bahan kemasan seperti tetaprak, tetabrik, tetraking merupakan teknologi baru bagi berbagai aneka jus serta produk cair lainnya. Sterilisasi bahan kemasan dilakukan dengan pemberian cairan atau uap hydrogen peroksida dan sinar UV atau radiasi gama.

d. Pembuatan Tepung

makanan awetan dari bahan nabati

Teknik ini merupakan proses pengelolaan bahan makanan dengan cara mengubahnya menjadi tepung. Hasil dari proses ini akan menghasilkan tepung sehingga lebih memudahkan dalam pengemasan dan penyimpanan dalam waktu lama.

Cara ini biasanya ditterapkan pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Sebagai contohnya seperti padi, jagung, gandum dsb.

2. Pengawetan Secara Biokimia

Teknik pengawetan secara biokimia dilakukan dengan cara menambahkan bahan kimia lain sebagai pengawet.

a. Pengasinan

Pengawetan makanan pengasinan adalah mengawetkan makanan dengan cara menambahkan garam pada bahan makanan. Kadar garam yang tinggi akan menghambat mikroorganisme yang membuat makanan cepat busuk.

b. Pemanisan

Pengawetan makanan pemanisan adalah mengawetkan makanan dengan cara menambahkan larutan gula pada bahan makanan. Kadar gula yang tinggi pada makanan akan mencegah kerusakan pada makanan.

c. Penambahan Bahan Pengawet lain

Pengawetan makanan juga dapat dilakukan dengan cara menambahkan bahan pengawet seperti enzim paparin, enzim bromelin, asam sitrat dan bahan lainnya. Namun penggunaan bahan pengawet harus menggunakan bahan yang aman untuk makanan.

Produk Makanan Awetan Dari Bahan Nabati Buah dan Sayur

1. Asinan

makanan awetan dari bahan nabati

Makanan asinan merupakan makanan yang diawetkan dengan cara direndam dalam larutan garam. Produk asinan dari bahan nabati dabat berisi satu jenis bahan maupun kombinasi dari beberapa bahan.

Beberapa contohnya antara lain asinan dari taoge, kubis, tahu, apel, mangga mentah, pala, papaya, nanas dan bahan nabati lainnya. Asinan yang dikemas dengan baik dapat bertahan lama daripada sebelum diolah.

2. Acar

makanan awetan dari bahan nabati

Produk makanan awetan dari bahan nabati berupa acar juga merupakan olahan awetan namun menggunakan asam cuka sebagai bahan untuk merendamnya. Bahan yang digunakan biasanya kubis, bawang merah, wortel, mentimun, kacang panjang, dan cabai.

Larutan asam cuka akan menciptakan cita rasa dari acar yang berasa asam. Rasa acar juga dapat ditambah rasa pedas dengan menambahkan cabai.

3. Manisan

makanan awetan dari bahan nabati

Makanan manisan juga hamper sama dengan asinan, yaitu dapat berupa buah-buahan dan sayuran. Namun larutan yang digunakan adalah larutan gula dengan kadar tinggi.

4. Kimchi

makanan awetan dari bahan nabati

Olahan berikut ini merupakan olahan dari negara Korea berupa lauk tradisional yg dibuat dari asinan dan sayuran yang sudah terfermentasi. Biasanya Kimchi dibuat dari bahan kubis dan lobak korea. Kimchi memiliki berbagai variasi tergantung bahan yang digunakan.

Olahan kimchi biasanya berbahan Kubis dan lobak, tetapi bisa pula memakai bahan tambahan. Bahan tambahan misalnya ketumbar, seledri, terong, timun, jahe, bawang putih, sawi, peterseli, kentang, bawang merah, daun bawang, tomat, serta kecambah.

Makanan Awetan Dari Bahan Nabati berupa Makanan Ringan

1. Aneka Keripik

makanan awetan dari bahan nabati

Bahan makanan nabati dapat diolah menjadi keripik yang dapat bertahan lama. Berbagai bahan nabati dapat diolah menjadi keripik seperti contohnya singkong, kentang, pisang, ubi dan lain-lain.

Ada juga olahan keripik dengan bahan buah mangga, semangka, apel dan buah lainnya serta bahan sayuran. Berbagai inovasi dilakukan untuk mengolah berbagai bahan menjadi olahan keripik.

Berikut contoh olahan keripik dari buah semangka ->Inilah Tips…! Cara Membuat Keripik Buah Semangka

2. Aneka Kue Kering

makanan awetan dari bahan nabati

Pada masa ini banyak sekali jenis kue yang dijual di pasaran, baik secara online ataupun offline. Kue-kue yang dapat bertahan lama adalah aneka kue kering. Pada saat ini banyak inivasi kue kering dengan berbagai bahan seperti kue kering dengan campuran sayur-sayuran.

Sebagai contoh beberapa kue kering seperti Kue Nastar, Putri salju, Kue sagu keju, kuliner kue dahlia dan masih banyak lagi.

3. Aneka Rempeyek

makanan awetan dari bahan nabati

Rempeyek pada umumnya bahan campuran utamanya tepung terigu maupun tepung kanji dengan kacang. Namun pada saat ini inovasi rempeyek jadi beraneka ragam. Sebagai contohnya rempeyek daun bayam, rempeyek kedelai, rempeyek kajang hijau, dan bahan nabati lainnya.

Pengolahan rempeyek juga bisa menggunakan semua bahannya menggunakan bahan nabati. Olahan ini juga dapat bertahan lebih lama.

4. Aneka Selai

makanan awetan dari bahan nabati

Selai merupakan salah satu jenis makanan awetan dari sari buah atau buah-buahan yang sudah dihaluskan. Sari buah atau buah-buahan yang dihaluskan ditambah gula dan dimasak hingga kental atau berbentuk setengah padat. Biasanya selai dioleskan di atas roti tawar atau sebagai isi roti manis.

Bahan yang biasanya dijadikan selai biasanya buah yang tidak terlalu matang dan mempunyai rasa sedikit masam. Contoh buah yang dijadikan selai seperti stroberi, blueberi, aprikot, apel, anggur, pir, dan fig. Selain buah-buahan selai juga bisa dibuat dari sayur-sayuran seperti wortel dan seledri.

Cukup sekian pembahasan makanan awetan dari bahan nabati, karena kemampuan saya baru segitu belum bisa membahas secara lengka. Semoga dapat dijadikan referensi bersama, Terima Kasih.

By | 2018-10-09T12:22:07+00:00 September 23rd, 2018|Artikel|Comments Off on Ketahui macam makanan awetan dari bahan nabati dan cara pengawetan