Select Page

Sebelum membahas cara membuat gula batu, siapa disini yang belum tahu atau bahkan baru mendengar gula batu nih?? Mari kita simak terlebih dahulu mengenai penjelasan gula batu

Gula Batu atau bahasa kerennya Rock Sugar yaitu gula pasir yang dikristalkan, melalui air yang dipanaskan sampai mencapai kondisi jenuh lalu kemudian menjadi dingin. Dalam sejarahnya Gula batu pertama kali dibuat dan diperkenalkan di Iran pada abad 9 Masehi.

Pada saai itu gula batu dibuat dengan cara melarutkan gula pasir dengan air, lalu dipanaskan sampai jenuh, kemudian kristalisasi akan terjadi dengan sendirinya seiring dengan terjadinya penurunan suhu.

Gula batu sendiri sering sekali digunakan pada budaya minum teh di Frisia Timur, dengan menaruh bongkahan kecil gula batu di dasar cangkir Teh, kemudian menuangkan baru menuangkan Teh ke dalam cangkir tersebut. Dibeberapa daerah di Jawa Tengah gula batu juga masih banyak digunakan untuk menikmati beberapa jenis minuman, antara lain minuman Kopi, Teh, Wedang Jahe, Ronde, dan lain sebagainya.

Nahh setelah mengetahui sedikit sejarah dan pengertian tentang gula batu, mari kita simak cara membuat gula batu dibawah ini

Cara Membuat Gula Batu

Cara Membuat Gula Batu

1. Cara Membuat Gula Batu Biasa

Bahan-bahan :

  • Gula pasir 1 kg
  • Air 450 ml
  • Air kapur 30-40 ml
  • Putih telur

Alat-alat :

  • Panci email atau gelas beker
  • Pemanas
  • Isolator (dari jerami, kulit padi, serbuk gergaji, dsb)
  • Kain saringan yang bersih
  • Bak/kaleng untuk tempat pengkristalan yang bagian dalamnya dilapis kertas minyak dan diberi benang-benang yang digantungkan

Cara pembuatan:

  1. Melarutkan gula dalam panci hingga benar benar gula larut lalu saring semua kotoran yang ada menggunakan kain penyaring atau jika larutan terlalu banyak maka tambahkan putih telur yang sudah dikocok (1 butir telur cukup untuk 30 kg gula)
  2. Larutan gula yang telah bersih ini kemudian ditambah air kapur yang jernih dan dipanaskan terus sambil terus diaduk.
  3. Pemanasan dilakukan sampai mendapat larutan gula yang kental dan suhunya ± 1150 C.
  4. Selanjutnya larutan gula yang panas ini di tuangkan ke dalam bak/kaleng pengkristalan yang sebelumnya ditanam dalam isolator dan disimpan selama ± 1 minggu, agar terjadi proses pengkristalan yang perlahan-lahan.

2. Cara Membuat Gula Batu Rasa Lemon

Bahan-bahan :

  • Gula pasir 1 kg
  • Air 450 ml
  • Air kapur 30-40 ml
  • Putih telur
  • Lemon

Alat-alat :

  • Panci email atau gelas beker
  • Pemanas
  • Isolator (dari jerami, kulit padi, serbuk gergaji, dsb)
  • Kain saringan yang bersih
  • Bak/kaleng untuk tempat pengkristalan yang bagian dalamnya dilapis kertas minyak dan diberi benang-benang yang digantungkan

Cara pembuatan:

  1. Melarutkan gula dalam panci hingga benar benar gula larut lalu saring semua kotoran yang ada menggunakan kain penyaring atau jika larutan terlalu banyak maka tambahkan putih telur yang sudah dikocok (1 butir telur cukup untuk 30 kg gula)
  2. Larutan gula yang telah bersih ini kemudian ditambah air kapur yang jernih dan dipanaskan terus sambil terus diaduk.
  3. Peras lemon atau sari lemon sebanyak 250ml dan campurkan kedalam larutan gula
  4. Pemanasan dilakukan sampai mendapat larutan gula yang kental dan suhunya ± 1150 C.
  5. Selanjutnya larutan gula yang panas ini di tuangkan ke dalam bak/kaleng pengkristalan yang sebelumnya ditanam dalam isolator dan disimpan selama ± 1 minggu, agar terjadi proses pengkristalan yang perlahan-lahan.

3. Cara Membuat Gula Batu Rasa Madu

Bahan-bahan :

  • Gula pasir 1 kg
  • Air 450 ml
  • Air kapur 30-40 ml
  • Putih telur
  • Madu

Alat-alat :

  • Panci email atau gelas beker
  • Pemanas
  • Isolator (dari jerami, kulit padi, serbuk gergaji, dsb)
  • Kain saringan yang bersih
  • Bak/kaleng untuk tempat pengkristalan yang bagian dalamnya dilapis kertas minyak dan diberi benang-benang yang digantungkan

Cara pembuatan:

  1. Melarutkan gula dalam panci hingga benar benar gula larut lalu saring semua kotoran yang ada menggunakan kain penyaring atau jika larutan terlalu banyak maka tambahkan putih telur yang sudah dikocok (1 butir telur cukup untuk 30 kg gula)
  2. Larutan gula yang telah bersih ini kemudian ditambah air kapur yang jernih dan dipanaskan terus sambil terus diaduk.
  3. Masukkan madu atau sari madu sebanyak 250ml dan campurkan kedalam larutan gula
  4. Pemanasan dilakukan sampai mendapat larutan gula yang kental dan suhunya ± 1150 C.
  5. Selanjutnya larutan gula yang panas ini di tuangkan ke dalam bak/kaleng pengkristalan yang sebelumnya ditanam dalam isolator dan disimpan selama ± 1 minggu, agar terjadi proses pengkristalan yang perlahan-lahan.

4. Cara Membuat Gula Batu Rasa Kurma

Bahan-bahan :

  • Gula pasir 1 kg
  • Air 450 ml
  • Air kapur 30-40 ml
  • Putih telur
  • Kurma

Alat-alat :

  • Panci email atau gelas beker
  • Pemanas
  • Isolator (dari jerami, kulit padi, serbuk gergaji, dsb)
  • Kain saringan yang bersih
  • Bak/kaleng untuk tempat pengkristalan yang bagian dalamnya dilapis kertas minyak dan diberi benang-benang yang digantungkan

Cara pembuatan:

  1. Melarutkan gula dalam panci hingga benar benar gula larut lalu saring semua kotoran yang ada menggunakan kain penyaring atau jika larutan terlalu banyak maka tambahkan putih telur yang sudah dikocok (1 butir telur cukup untuk 30 kg gula)
  2. Larutan gula yang telah bersih ini kemudian ditambah air kapur yang jernih dan dipanaskan terus sambil terus diaduk.
  3. Masukkan kurma atau sari kurma sebanyak 250ml dan campurkan kedalam larutan gula
  4. Pemanasan dilakukan sampai mendapat larutan gula yang kental dan suhunya ± 1150 C.
  5. Selanjutnya larutan gula yang panas ini di tuangkan ke dalam bak/kaleng pengkristalan yang sebelumnya ditanam dalam isolator dan disimpan selama ± 1 minggu, agar terjadi proses pengkristalan yang perlahan-lahan.

5. Cara Membuat Gula Batu Rasa Susu

Bahan-bahan :

  • Gula pasir 1 kg
  • Air 450 ml
  • Air kapur 30-40 ml
  • Putih telur
  • Susu

Alat-alat :

  • Panci email atau gelas beker
  • Pemanas
  • Isolator (dari jerami, kulit padi, serbuk gergaji, dsb)
  • Kain saringan yang bersih
  • Bak/kaleng untuk tempat pengkristalan yang bagian dalamnya dilapis kertas minyak dan diberi benang-benang yang digantungkan

Cara pembuatan:

  1. Melarutkan gula dalam panci hingga benar benar gula larut lalu saring semua kotoran yang ada menggunakan kain penyaring atau jika larutan terlalu banyak maka tambahkan putih telur yang sudah dikocok (1 butir telur cukup untuk 30 kg gula)
  2. Larutan gula yang telah bersih ini kemudian ditambah air kapur yang jernih dan dipanaskan terus sambil terus diaduk.
  3. Masukkan susu murni sebanyak 250ml dan campurkan kedalam larutan gula
  4. Pemanasan dilakukan sampai mendapat larutan gula yang kental dan suhunya ± 1150 C.
  5. Selanjutnya larutan gula yang panas ini di tuangkan ke dalam bak/kaleng pengkristalan yang sebelumnya ditanam dalam isolator dan disimpan selama ± 1 minggu, agar terjadi proses pengkristalan yang perlahan-lahan.

6. Cara Membuat Gula Batu Rasa Kopi

Bahan-bahan :

  • Gula pasir 1 kg
  • Air 450 ml
  • Air kapur 30-40 ml
  • Putih telur
  • Kopi

Alat-alat :

  • Panci email atau gelas beker
  • Pemanas
  • Isolator (dari jerami, kulit padi, serbuk gergaji, dsb)
  • Kain saringan yang bersih
  • Bak/kaleng untuk tempat pengkristalan yang bagian dalamnya dilapis kertas minyak dan diberi benang-benang yang digantungkan

Cara pembuatan:

  1. Melarutkan gula dalam panci hingga benar benar gula larut lalu saring semua kotoran yang ada menggunakan kain penyaring atau jika larutan terlalu banyak maka tambahkan putih telur yang sudah dikocok (1 butir telur cukup untuk 30 kg gula)
  2. Larutan gula yang telah bersih ini kemudian ditambah air kapur yang jernih dan dipanaskan terus sambil terus diaduk.
  3. Masukkan kopi sebanyak 250ml dan campurkan kedalam larutan gula
  4. Pemanasan dilakukan sampai mendapat larutan gula yang kental dan suhunya ± 1150 C.
  5. Selanjutnya larutan gula yang panas ini di tuangkan ke dalam bak/kaleng pengkristalan yang sebelumnya ditanam dalam isolator dan disimpan selama ± 1 minggu, agar terjadi proses pengkristalan yang perlahan-lahan.

7. Cara Membuat Gula Batu Rasa Teh Melati

Bahan-bahan :

  • Gula pasir 1 kg
  • Air 450 ml
  • Air kapur 30-40 ml
  • Putih telur
  • Teh Melati

Alat-alat :

  • Panci email atau gelas beker
  • Pemanas
  • Isolator (dari jerami, kulit padi, serbuk gergaji, dsb)
  • Kain saringan yang bersih
  • Bak/kaleng untuk tempat pengkristalan yang bagian dalamnya dilapis kertas minyak dan diberi benang-benang yang digantungkan

Cara pembuatan:

  1. Melarutkan gula dalam panci hingga benar benar gula larut lalu saring semua kotoran yang ada menggunakan kain penyaring atau jika larutan terlalu banyak maka tambahkan putih telur yang sudah dikocok (1 butir telur cukup untuk 30 kg gula)
  2. Larutan gula yang telah bersih ini kemudian ditambah air kapur yang jernih dan dipanaskan terus sambil terus diaduk.
  3. Masukkan teh atau sari teh melati sebanyak 250ml dan campurkan kedalam larutan gula
  4. Pemanasan dilakukan sampai mendapat larutan gula yang kental dan suhunya ± 1150 C.
  5. Selanjutnya larutan gula yang panas ini di tuangkan ke dalam bak/kaleng pengkristalan yang sebelumnya ditanam dalam isolator dan disimpan selama ± 1 minggu, agar terjadi proses pengkristalan yang perlahan-lahan.

Gula Batu juga lebih sehat dibandingkan dengan gula pasir. Kenapa lebih sehat ?? Karena Gula batu lebih mudah diubah menjadi energi oleh pankreas. Jika ½ sendok gula pasir dapat diubah menjadi energi oleh pankreas dalam waktu 140 menit, Sedangkan Gula batu dalam 140 menit, pankreas dapat mengubah energi sebanyak 6 Sendok. Itulah alasan kenapa Gula batu bahkan lebih menyehatkan dibanding dengan Gula Pasir.

Gula batu juga sangat kaya akan vitamin, mineral dan asam amino esensial. Vitamin penting, yaitu vitamin B12, banyak ditemukan pada makanan non-vegetarian

Bentuk yang mungil dari gula batu sering dianggap sebagai permen yang cukup sehat. Gula batu bukan hanya pengganti gula pasir atau gula lain, selain lebih sehat gula batu juga memiliki beberapa manfaat kesehatan. Berikut beberapa manfaat mengkonsumsi gula batu.

Manfaat Mengkonsumsi Gula Batu

1. Menyegarkan Napas

Bau mulut dapat terjadi akibat bakteri bersarang di dalam gusi untuk waktu yang lama jika tidak gosok gigi atau berkumur setelah makan. Gula batu dapat mempertahankan kesegaran napas bila mengkonsumsi gula batu setelah makan.

2. Meredakan batuk

Batuk dapat terjadi bila tenggorokan terserang kuman atau bila demam. Gula batu dapat mengobati batuk seketika. Hisaplah gula batu dengan perlahan di dalam mulut dan akan menyembuhkan batuk.

3. Menyembuhkan Nyeri Tenggorokan

Cuaca dingin dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, termasuk nyeri tenggorokan. Aduk secara rata bubuk gula batu, minyak samin dan bubuk lada hitam, ramuan ini diminum pada tiap malam hari.

4. Meningkatkan Kadar Hemoglobin

Penderita kadar hemoglobin yang rendah dapat mengalami masalah seperti anemia, kulit pucat, pusing, kelelahan dan kelemahan. Gula batu mempunyai khasiat untuk meregenerasi peredaran darah di dalam tubuh dan meningkatkan kadar hemoglobin.

5. Membantu Sistem Pencernaan

Mengkonsumsi gula batu bersamaan dengan biji adas sesudah makan bermanfaat membantu sistem pencernaan untuk segera memulai proses pencernaan dan sebagai pengharum mulut.

6. Meningkatkan Energi

Makan gula batu bersama dengan biji adas setelah makan akan meningkatkan dorongan energi dan mencegah kelesuan, di mana setelah makan, seseorang cenderung menjadi lesu.

7. Menghentikan Perdarahan Hidung Dengan Segera

Perdarahan hidung adalah sering terjadi. Jika darah keluar dari hidung, larutkan gula batu dalam segelas air dan minumlah, maka perdarahan hidung akn segera berhenti.

8. Bermanfaat Untuk Otak

Gula batu meningkatkan daya ingat dan menyembuhkan kelelahan mental. Larutkan gula batu dalam segelas susu hangat untuk diminum sebelum tidur, yang akan bekerja sebagai obat alami yang baik untuk meningkatkan daya ingat.

9. Berguna Untuk Ibu Menyusui

Untuk ibu menyusui, gula batu bekerja sebagai anti-depresan dan meningkatkan produksi ASI. Gula batu adalah kurang manis dan tidak berbahaya untuk ibu menyusui.

10. Meningkatkan Penglihatan

Gula batu bermanfaat untuk mencegah terjadinya tajam penglihatan yang buruk dan pembentukan katarak di mata. Minumlah air gula batu atau hisap gula batu setelah makan bermanfaat untuk menjaga dan memperbaiki tajam penglihatan.

Kisah Sukses Berawal Bisnis Gula Batu

Produksi gula batu di Dusun Kerto, Desa Pleret menjadi salah satu industri rumah tangga andalan di Kecamtan Pleret. Omzet usaha ini sudah menembus Rp30 juta per bulan. Industri rumahan ini dapat menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.

Pemilik rumah produski gula batu di Kerto, Nur Habibah mengatakan usaha ini digeluti sejak 2008 lalu. Ide pembuatan gula batu tidak lepas dari program pendampingan pasca gempa yang dilakukan oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Waktu itu warga diminta untuk membuat produk olahan untuk dipamerkan. Saya dan suami berinisiatif membuat gula jawa herbal [gujahe] dengan rasa jahe. Kami bersyukur lewat pameran bisa bangkit dan usaha pembuatan berlangsung sampai sekarang,” kata Habibah, Selasa (17/7/2018).

Menurut dia, industri pengolahan gula yang digeluti berjalan dengan baik. Ia mengaku tidak kesulitan mencari bahan baku karena gula rafinasi sebagai bahan membuat gula batu didatangkan dari Cilacap. “Tidak ada masalah. Setiap hari, kami bisa membuat gula batu sebanyak lima kuintal,” jelas dia.

Sementara itu, untuk pemasaran, Habibah juga tidak mengalami kendala karena para pembeli langsung datang ke rumah produksi.

“Harga kami bedakan. Untuk paket besar kami patok harga Rp11.000 per kilogram, sedang untuk paket kecil dijual Rp12.000 per kilogram. Saya bersyukur karena dengan produksi ini bisa mendapatkan omzet Rp30 juta per bulan,” kata Habibah lagi.

Menurutnya, manfaat membuat gula batu tidak hanya dirasakan sendiri. Pasalnya, lewat usaha ini Habibah mengaku dapat mempekerjakan 25 karyawan yang diambil dari warga setempat. “Paling tidak usaha ini tidak hanya kami yang menikmati, karena ada juga warga yang ikut merasakan manfaatnya,” ujar.

Suami Habibah, Mujiyono menambahkan selain gula batu, di tempatnya tetap mempertahankan pembuatan gujahe. Rasa dari gujahe bermacam-macam, selain jahe ada juga varian lain seperti kunir asem hingga temulawak. “Sehari produksi gujahe mencapai dua kuintal,” ujar dia.

Perbedaan Gula Pasir, Gula Batu dan Gula Merah

1. Gula Pasir

untuk mengubah gula pasir menjadi gula darah. Tubuh hanya memerlukan waktu 3 menit.Tetapi untuk mengubah gula darah menjadi energi yang dapat disimpan dalam otot, pankreas memerlukan 140 menit. Sisa gula pasir yang tidak dapat diperoses oleh pankreas akan tertimbun dalam tubuh menjadi “gula darah dan lemak”. Lama-kelamaan tubuh kita akan terkena penyakit diabetes.

2. Gula Batu

Gula batu merupakan gula yang berbentuk seperti batu pastinya. Proses pembuatannya hampir sama dengan gula pasir,dan suhu yang diperlukan untuk memproses tidak tinggi seperti pada pembuatan gula pasir. dalam 1 hari pankreas yang normal mampu mengubah 60 Gr (sekitar 6 sendok makan) gula batu menjadi energi, dengan demikian maka mengkonsumsi gula batu bisa dibilang lebih sehat dibanding mengkonsumsi gula pasir.

3. Gula Merah

Dikenal juga dengan nama gula jawa kalau di jawa, gula aren kalau di sulawesi. Adalah gula yang dibuat dari bunga pohon kelapa/ pohon aren. Gula jawa biasanya lebih sering digunakan untuk bumbu dapur. Dalam 1 hari, pankreas yang normal/ sehat mampu mengubah 90 Gr (sekitar 9 sendok makan) gula merah menjadi energi.

Demikian pembahasan mengenai Cara Membuat Gula Batu dan Berbagai Ulasan Mengenai Gula Batu, jika anda tertarik untuk membuat gula karamel  bisa anda kepoin artikel lain di website ini. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan berguna untuk menambah wawasan anda mengenai cara membuat gula batu. Terima kasih.

× Whatsapp Kami!